Tujuan utama datang ke pulau 1000 masjid ini adalah memang untuk berbakti pada bangsa dan negaraku tercinta, melakukan pengabdian pada masyarakat. Namun dibalik tujuan itu semua tersimpah tujuan terselubung yaitu untuk berlibur dan menikmati indahnya pantai-pantai dan alam di pulau ini.
Well selama hampir dua bulan di tanah Lombok ada beberapa tempat yang sempat aku kunjungi di sela-sela pengabdian ke masyarakat diantarnya Gili Kondo, pantai Kute, pantai senggigi, Sade dan gili trawangan.
1. Gili Kondo
Pulau ini terletak di sebelah timur pulau lombok dan masuk dalam kecamatan Sambelia kabupaten Lombok Timur. Pulaunya tidak seberapa luas kira-kira hanya 2 ha, waktu itu kita juga sempat mengelilingi pulau itu dan tidak membuthkan waktu yang lama. Pantainya cukup bagus dan disini kita bisa benar2 menikmati pulau ini serasa pulau pribadi. Pasalnya waktu kami berkunjung di pulau ini sedang tidak ada turis lain dan hanya kami jadi deh serasa pulau pribadi. Ada berbagai cara menikmati pantai ada yang berenang, snorkling, bermain pasir, atau bermain kano. Kalau aku sendiri lebih memilih bermain snorkling dan belajar berenang hahahaha.
2. Pantai Kute Lombok
Pantai ini terletak di bagaian selatan pulau lombok. Begitu menginjakan kaki di pantai ini akan disambut dengan hamparan pasir putih dan pemandangan pantai yang sangat indah. Ombak yang tidak begitu besar sangat cocok untuk bermain-main bersama sahabat atau keluraga.Ada juga karang besar yang dapat kita jelajahi dan menikmati pantai kute dari atas. Amazing banget deh pokoknya.Sayangnya untuk mencapai pantai ini kondisi jalannya masih kurang bagus, dan belum mulus. Tapi perjuangan itu semua terbayar dengan pemandangan yang menakjubkan. Segeralah mengunjungi pantai ini, dijamin gak nyesel.
3. Sade
Dusun sade merupakan sebuah perkampungan tradisional yang juga menjadi desa wisata. Terletak kecamatan Pujut kabupaten Lombok Tengah, tepatnya di pinggir jalan raya Praya-kuta. Masuk ke dalam area dusun sade kita akan langsung disambut dengan rumah tradisional orang sasak yang masih beratapkan daun. Tempatnya sangat nyaman dan tenang, disekitar jalan-jalan terdapat kios-kios kecil yang menjual pernak pernik seperti gelang gantungan kunci dll serta kain tenun hasil karya wanita dusun sade. Kita juga bisa menyaksikan langsung cara membuat kainnya dengan alat tenun tradisional, bener-bener membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Salut buat ina ina disana. Gak banyak yang bisa aku sampaikan mengenai dusun sade dan suku sasak disini karena aku juga kurang paham. Kasih liat aja ya hasil dokumentasi kita:
hasil kerajinan yang dijual di dusun sade
rumah asli suku sasak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar